Category: millennials

  • Bagaimana Pendidikan di Era Milenial?

    Bagaimana Pendidikan di Era Milenial?
    Bagaimana Pendidikan di Era Milenial? – Apa sih pendapat kalian tentang pendidikan masa kini? Pendidikan yang sudah berbeda sistemnya dengan pendidikan jaman old. Pendidikan jaman now, lebih canggih dan  lebih modern sistemnya. Kebayang ga kalo ga ada pendidikan dijaman millennials ini?
    Duh, gila yah mungkin dunia ini tanpa ada pendidikan. Akhlak dan Moral mungkin sudah tak karuan. Tak ada lagi namanya sikap-menyikap, tolenrasi, atau bahkan bermusyawah dan mengemukakan pendapat yang berbeda. Nah, apa bedanya dong dengan jaman sekarang?
    Pendidikan jaman sekarang atau mereka menyebutnya jaman now, yang saya katakana tadi, kini di era globalisasi tidak bisa dipungkiri bahwa seiring perkembangnya teknologi yang berbasis digital application, sitem interaksi di masyarakat mulai tergerus.
    Nah, teknlogi yang pesat inilah yang membawa masyarakatmempermudah untuk melakukan aktivitasnya. ini, menawarkan banyak sekali kemudahan untuk masyarakat. Salah satunya seperti berkomunikasi, hal ini sangat menunjang dalam dunia pendidikan. Dimana penerapan teknologi komunikasi dan informasi di dunia pendidikan menjadi salah satu hal yang sangat diwajibkan. Pasalnya, kini setiap sekolah, khusunya di Indonesia mauupun luar negeri menerapkan sistemnya menggunakan teknologi sebagai penunjang kegiatannya.
    Di era ini yang berbasis digital application dalam dunia pendidikan. Nah, hal inilah yang membantu jalannya proses pembelajaran dan selain itu juga bisa meningkatakan hasil kinerja. Maka, semakin sering penggunaan teknologi khususnya dalam pendidikan dapat merubah model pembelajarannya. Karena hal ini lebih efektif dan efesien tentunya. Atau bisa dikatakan sangat mudah dan simple, apalagi anak jaman now itu penggennya semua serba mudah, tak perlu harus diribetkan. Kenapa harus ribet kalo selagi masih ada yang mudah,  bukan? Nah, inilah yang nanti lambat laun masyarakat lebih memilih system pembelajaran online ini daripada yang konvesional, harus tatap muka dulu.
    Perkembangan teknologi juga semakin pesat, dimana,dinamika teknologi kini menjadiakselerasi yang luar biasa.
    Model pembelajaran yang diberikan dalam teknologi, dijaman millennials ini cukup efektif. Pendidikan jarak jauh antara murid dan guru yang berada tidak adalam satu tempat atau hubungan jarak jauh. Dan teknologi inilah yang memberikan banyak pilihan pembelajarannya lainnya yang bisa dinikmati olehkhalayak umum tentunya dengan sangat mudah sekali.Nah, sekarang kita, kalian pasti sedang merasakan kan kemudahan belajar hanya dengan mengakses aolikasi digital seperti e-journal, e-library, dan lainnya.
    Di Indonesia, sistem pendidikan konvensional masih banyak dilakukan dalam civitas akademi. Khususnya daerah yang masih di tergolongkan dalam pedesaan. Di Perancis, juga telah menggunakan layanan pendidikan online yang menjadi bukti pergeseran rah dunia pendidikan. Apalagi, jaman now yang menuntut perubahan besar dalam dunia pendidikan. Dimana , pendidikan dijadikan patokan dalam sebuah bermasyarakat, sehingga pendidikan yang bermutulah yang memliki kualitas yang bagus dan berpengetahuan yang luas untuk mentransfer ilmu.
    Generasi Milenial , generasi yang lahir dalam rentang waktu awal tahun 1980 hingga tahun 2000 atau Gen-Y. disebut generasi milenial karena generasi yang hidup di pergantian milenium, ini bersamaan dengan hadirnya teknologi di segala sendi kehidupan. Yang menjadi kebutuhan dasar di JAMAN INI.
    Jadi, di era ini siswa khususnya lebih utama banyak menggunakkan handphonenya daripada buku. kenapa? mungkin banyak dari mereka menyalahkan bentuk fisik dari sebuah buku, yang dimana susah dibawa karena terlalu tebal atau besar. Nah , karena teknologi ini lah yang mereka suka, lebih efektif dan di permudah dalam segalanya.
  • Pengaruh Kewenangan Pendidikan Era Milenial

    Pengaruh Kewenangan Pendidikan Era Milenial

    Pengaruh Kewenangan Pendidikan Era Milenial – Pendidikan terpengaruh dengan adanya wewenang dari orang tua. Pendidikan tidak akan pernah lepas dari pengaruh orang lain. Dengan pengaruh itu, akan mengembangkan pola pikir anak. Semakin dewasa anak akan semakin mengatur mana yang harus dipih yang lebih baik.
    Pendidikan dimulai dari lingkup terkecil yaitu rasa kasih sayang. Kasih sayang yang terlihat abstrak ini akan menjadi suatu tindakannya sebagai asisten. Wewenang itu dimulai dari orang tua yang merupakan hak yang dimilikinya untuk mendidik. Tanpa didikan orang tua anak akan terlantar. Walaupun ada pendidikan sekolah. Anak tetap anak. Dia tak akan mulai belajar sendirinya. Apalagi anak itu disekolahkan karena kewenangan orang tuanya.
    Pendidikan menyukai rasa idealitas dan realitas. Dipengaruhi teori dan kenyataan yang ada di dunia ini. Terlalu banyak prasangka-prasangka yang membuat fikiran kita kotor. Banyaknya orang yang berpendidikan juga tidak beretika. Padahal, pendidikan yang dikedepankan itu seharusnya etika. Tanpa adanya etika manusia bukanlah manusia. Mungkin, tepatnya hampir sama dengan binatang.
    Pendidikan seharusnya mengubah semua tindakan itu. Perlukah kesadaran itu dibangun dengan pola-pola kehidupan yang membahana? Ataukah harus pribadi manusia ditegaskan kalau manusia hanya makhluk kecil dan lemah? Namun mengapa pendidikan tiada lain dan tiada bukan seperti tulisan dalam pena.
    Mungkin butuh suatu keterasingan agar pendidikan menjadi pokoknya yang layak. Terlalu banyak fikiran-fikiran barat menjadi perilaku masyarakat zaman now ini. Tidakkah manusia di Indonesia memiliki ciri khasnya? Mengapa manusia di Indonesia begitu malu dengan berbudaya yang sopan. Kemana Indonesia yang berpendidikan ramah itu? yang dulu pernah menjadi suatu pendidikan yang ditiru dan dikejar oleh orang-orang asing? 
    Apakah terlalu lemahkah kepemimpinan ini sehingga banyak umat yang direndahkan? Hanya karena pendidikan bisa saling sikut sama orang lain. Hanya dengan pendidikan atau kesuksesan mengubah derajat seseorang. Terlalu naif sekali kalau alasan pendidikan hanya untuk itu.
    Pendidikan harus dibiasakan untuk menjadi sempurna. Sekalipun manusia banyak kelemahan. Namun, kelemahan itulah yang menyebabkan kelebihan itu muncul dengan sendirinya. Bahkan, pendidikan bisa membuat mereka bangun dari keterpurukannya dan menjadikan kelemahan menjadi sesuatu yang dibanggakan detik-detik ini.
    Pendidikan harus disikapi dengan kebebasan. Kebebasan yang membuat kebaikan dan kebermanfaatan. Bukan kebebasan yang menjatuhkan. Pendidikan juga harus disikapi dengan menyukai tantangan. Agar Indonesia tidak diremehkan begitu saja. Bangkitlah Indonesia dari kini hingga Indonesia bisa maju menjadi yang teratas.