Author: Tri Wahyu Handayani

  • Mengenal Stres dan 5 Cara Mengatasinya

    Mengenal Stres dan 5 Cara Mengatasinya

    Mengenal Stres dan 5 Cara Mengatasinya—Halo sobat shallazz, gimana nih kabar kalian hari ini? Semoga sehat dan bahagia selalu yaa! Oiyaa, ngomong-ngomong soal bahagia, tentunya dalam hidup kita ini ada kalanya sedih atau stres ya temen-temen? buat temen-temen yang saat ini lagi stres atau lagi nggak stres boleh banget buat dibaca lebih lanjut pembahasan soal stress ini yaa! Agar lebih jauh mengenal stres dan cara mengatasinya.

    Mengenal Stres, Apa itu stress?

    Stress merupakan suatu kondisi yang seringkali terjadi dalam hidup. Banyak orang beranggapan bahwa stress adalah hal yang buruk dan membuat seseorang merasa tidak nyaman, bahkan mengalami depresi. Nah, sebenarnya stres itu apa si? Stres merupakan suatu tuntutan penyesuaian yang menghendaki individu untuk meresponnya secara adaptif (Atwater, 1983). Menurut Feldmen (1989) stress adalah suatu proses dalam rangka menilai suatu peristiwa sebagai suatu yang mengancam, menentang, ataupun membahayakan; serta individu merespon peristiwa itu pada level fisiologis, emosional, kognitif, dan tingkah laku. Jadi, stress dapat diartikan sebagai penyesuaian individu terhadap peristiwa atau kondisi tertentu yang dianggapnya menentang, mengancam, atau membahayakan dirinya sehingga individu tersebut merespon secara emosional, fisiologis, kognitif, atau secara tingkah laku.

    Metode Coping stres

    Coping stress merupakan sebuah metode atau cara individu untuk mengatasi stress. Metode Coping stress ini bisa dilakukan dengan berbagai aktivitas yang individu sukai. Misalnya, menonton drama korea, berlari, bernyanyi, dll. Coping stres tersebut dibagi menjadi dua yaitu:
    a. Problem Focused Coping, cara mengatasi stres yang berfokus pada sumber stres. Cara yang termasuk dalam problem focused coping yaitu membuat berbagai perencanaan atau jadwal untuk mengatasi masala (planful problem solving) dan bercerita pada orang lain (seeking social support). b. Emotional Focused Coping, cara mengatasi stress yang berfokus pada mengurangi reaksi emosional dari stres. Cara yang termasuk dalam emotional focused coping yaitu kita mengambil jarak dari masalah yang membuat stres, menciptakan makna positif atau berfikir positif terhadap permasalahan yang terjadi, dan meningkatkan kesadaran bahwa kita ikut berperan pada masalah yang menimbulkan stres.

    5 Tips Mengatasi Stress

    1. Mengidentifikasi masalah yang menimbulkan stress
      Mengindentifikasi masalah merupakan hal pertama yang sebaiknya kita lakukan karena kita tidak bisa benar-benar mengatasi permasalahan tanpa mengetahui akar dari masalah tersebut. Oleh karena itu, akan lebih baik jika kita bisa memahami penyebab dari masalah tersebut sebelum berusaha mencari solusinya.
    2. Memiliki keyakinan bisa mengatasi permasalahan yang terjadi
      Adanya keyakinan mampu untuk mengatasi stres adalah modal utama yang diperlukan karena keyakinan tersebut membuat kita lebih percaya diri dan bersemangat untuk mencari berbagai solusi guna memecahkan masalah.
    3. Memilih coping stres yang tepat untuk dilakukan
      Memilih coping stres yang tepat maksudnya adalah kita memilih untuk menggunakan emotional focused coping atau problem focused coping. Jika kita masih bisa berfikir logis dan permasalahan yang terjadi tidak mengganggu perasaan atau kondisi emosional kita secara mendalam, sebaiknya kita menggunakan problem focused coping. Sebaliknya, jika permasalahan yang terjadi membuat kita lebih emosional dan merasa tertekan, akan lebih baik kita mengatasi permasalahan menggunakan emotional focused coping.
    4. Mencari solusi dari coping stres yang dipilih
      Setelah memilih coping stres, kita perlu mencari solusi melalui coping stres tersebut. Jika memilih problem focused coping kita bisa mencari solusi dengan membuat berbagai perencanaan atau jadwal tertentu untuk mengatasi masalah ataupun curhat ke orang terdekat kita untuk mendapatkan feedback dari mereka. Di sisi lain, kita bisa menciptakan makna positif dari masalah yang terjadi atau sesekali menjauh dari masalah agar bisa berpikir jernih jika memilih emotional focused coping.
    5. Menetapkan satu solusi untuk dilakukan
      Dari membuat berbagai perencanaan, curhat ke orang lain, menciptakan makna positif, atau sesekali menjauh dari masalah tentunya kita mendapat berbagai solusi untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi. Dari berbagai solusi tersebut, kita bisa memilih solusi mana yang sekiranya paling tepat untuk dilakukan dan dapat mengatasi masalah.

    Daftar Pustaka:

    Sari, K. D. 2012. Buku Ajar Kesehatan Mental. Semarang: UPT Undip Press Semarang.

  • Ternyata Kamu Bisa Menafsirkan Mimpi Dengan Cara Ini

    Ternyata Kamu Bisa Menafsirkan Mimpi Dengan Cara Ini

    Holaa Sobat Shalaazz! Gimana ni kabar kalian? Kalian yang setiap harinya pasti tidur, pasti sering memimpikan banyak hal juga kan? Nah, kali ini aku akan sedikit mengulas tentang mimpi dan bagaimana cara menafsirkan mimpi. Yuk bisa langsung disimak caranya!

    Mimpi dan Pandangan Tentang Mimpi

    Mimpi merupakan suatu situasi yang dialami oleh seseorang saat ia tidur. Ketika seseorang tidur, ia tidak langsung mengalami mimpi karena ada serangkaian tahapan yang harus dilewati sebelum seseorang mengalami mimpi. Tahap tersebut, terdiri dari lima stadium dimana stadium terakhir memiliki asosiasi dengan mimpi sehingga disebut tahap tidur-mimpi. Mimpi terjadi pada tahap tidur rapid eye movement atau REM.
    Saat ini, terdapat berbagai pandangan tentang mimpi. Mimpi merupakan salah satu hal yang dipandang abstrak dan sulit dimengerti. Mimpi oleh sebagian orang juga dipandang sebagai petunjuk dari Tuhan. Sebaliknya, ada orang-orang yang beranggapan bahwa mimpi merupakan kiriman dari iblis untuk mengganggu orang yang bermimpi. Mimpi juga dipandang sebagai petunjuk akan masa depan. Namun, ada pula yang memandang mimpi hanya sekedar bunga tidur dan tidak memiliki makna tertentu.

    MENAFSIRKAN MIMPI MENURUT SIGMUND FREUD

    Mimpi menjadi salah satu pokok bahasan dari tokoh psikologi dengan aliran psikoanalisis yang bernama Sigmund Freud. Freud juga merupakan orang pertama yang menggunakan metode tafsir mimpi dalam praktik psikologinya. Sigmund Freud menjelaskan bahwa mimpi bisa dianalisis untuk mengetahui makna dari mimpi tersebut. Menurut Freud, mimpi merupakan cara untuk memenuhi keinginan yang direpresi pada alam bawah sadar atau unconsiuosness dan tidak bisa muncul pada alam sadar atau consiuosness (Freud, 2001). Freud juga menerbitkan sebuah buku tentang mimpi yang berjudul The Interpretation of Dreams pada 4 November 1899 yang merupakan hasil analisis Freud terhadap dirinya sendiri dan berisi banyak mimpi yang dialaminya.

    METODE MENAFSIRKAN MIMPI

    Freud menafsirkan mimpi dengan menggunakan dua metode (Freud, 1917/1963), yakni:

    Asosiasi mimpi

    Freud meminta pasien untuk menghubungkan mimpi yang mereka alami dengan berbagai hal yang kemungkinan berhubungan dengan mimpi tersebut. Freud memiliki keyakinan bahwa cara menghubungkan (asosiasi) tersebut, bermanfaat untuk menemukan keinginan tidak sadar yang muncul dalam mimpi. Namun, seringkali mimpi tersebut dihubungkan dengan berbagai hal yang tidak ada hubungannya dengan mimpi yang dialami atau hal-hal lain yang tidak logis.

    Menggunakan simbol-simbol mimpi

    Freud menggunakan dua metode untuk memahami simbol-simbol yang muncul dalam mimpi yakni menggali hubungan antara mimpi dengan pemimpi dan menggunakan pengetahuan seseorang yang menganalisis mimpi mengenai simbol-simbol mimpi. Freud juga mempunyai simbol-simbol tersendiri dalam menafsirkan mimpi. Simbol-simbol tersebut daiantaranya: Oven, lemari, dan barang-barang kontainer lainnya melambangkan rahim; Pemandangan melambangkan organ wanita dan orang melambangkan organ pria. Selain itu, terdapat beberapa simbol mimpi yang berhubungan dengan gangguan tertentu, salah satunya yaitu munculnya simbol-simbol tertentu pada analisis mimpi yang dilakukan Freud pada pasiennya yang mengalami Agorafobia. Pasien tersebut mengalami gerakan seakan-akan naik dan turun dari tangga, jungkat-jungkit dan sebagainya yang melambangkan senggama dan muncul benda kecil dalam mimpi pasien yang melambangkan organ kelamin. Meskipun sudah berpengalaman dalam menafsirkan mimpi, Freud memperingatkan agar tidak terlalu mudah dan langsung merasa menemukan penafsiran yang tepat terhadap simbol mimpi.

    Menurut Kahija (2020), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menafsirkan mimpi, yakni:

    1. Menulis mimpi dalam sebuah kertas atau media menulis lainnya.
    2. Mengambil gambar-gambar yang muncul di mimpi dengan bentuk berupa: benda, orang, warna, situasi, suara dan binatang.
    3. Menghubungkan atau merangkai semua gambar yang muncul.
    4. Mengambil makna dari rangkaian gambaran mimpi tersebut dan memutuskan hal yang terbaik untuk dilakukan.

    Diperlukan Cukup Pengalaman dan Konsistensi

    Agar bisa menafsirkan mimpi dengan tepat diperlukan pengalaman yang cukup dan konsisten untuk belajar menemukan makna dari mimpi. Hal tersebut, juga dilakukan oleh Sigmund Freud dimana sebelum menerbitkan bukunya yang berjudul The Interpretation of Dreams, beliau bergulat dengan mimpi-mimpi yang dialami untuk bisa menemukan maknanya.

    Nah Sobat Shalaazz, demikian metode yang bisa kalian coba untuk menafsirkan mimpi kalian. Jangan lupa buat dicoba yaa dan jangan menyerah kalau masih nggak nemu-nemu maknanya apaan. Semangaat yaa! Nantikan pembahasan tentang mimpi dan pembahasan materi ilmu psikologi selanjutnyaa. Thank you!

    Daftar Pustaka
    Freud, S. (2001). Tafsir mimpi: terj. Apri Danarto. Yogyakarta: Jendela
    Freud, S. (2019). Tafsir mimpi: terj. Supriyanto H. Abdullah. Temanggung: Desa Pustaka Indonesia.
    Nashori, F. & Diana, R.R. (2005). Perbedaan kualitas tidur dan kualitas mimpi antara mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan. Humanitas: Indonesian psychological Journal, 2(2), 77-88.