follow us

Asyik Belajar di Cagar Budaya, Jogja Library Center

Pilihan Pembaca




Asyik Belajar di Cagar Budaya, Jogja Library Center-  “Jogja Istimewa”, kota Yogyakarta menjadi bagian cikal bakal gerak dan langkah literasi yang telah bergema jauh pada masanya. Sebagai salah satu bagian terpenting dalam sejarah bangsa, Yogyakarta telah melahirkan berbagai catatan dalam bentuk arsip dan bahan perpustakaan yang memiliki nilai historis tinggi. 

Bahan perpustakaan yang terkait dengan perjalanan panjang Yogyakarta merupakan kekayaan budaya yang mampu memberikan kontribusi bagi pembentukan jati diri bangsa.

Banyak orang tidak mengetahui bangunan lawas di Jalan Malioboro No. 175 Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen, Kota Yogyakarta yang merupakan cagar budaya dan dilindungi oleh pemerintah. 

Karena tertutupi oleh barang-barang dagangan milik PKL Malioboro. Tempatnya tepat di seberang hotel Inna Garuda yaitu Jogja Library Center (JLC) yang terletak di Jalan Malioboro nomor 170. Perpustakaan ini buka setiap Senin – Kamis pukul 08.00 – 16.00, Jumat pukul 08.00 – 14.30, dan Sabtu – Minggu pukul 08.00 – 13.00.

Waktu layanan Jogja Library Center.

Bangunan ini didirikan pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Pada awalnya Jogja Library Center (JLC) merupakan toko buku dan penerbit terkemuka di Kota Yogyakarta yaitu Kolf Bunning. 

Setelah tentara kolonial Jepang menguasai Kota Yogyakarta pada 5 Maret 1945, semua bangunan milik Belanda diambil alih, termasuk Kolf Bunning yang kemudian dijadikan Jepang sebagai kantor berita Domei pada 1942 -1945. Pasca revolusi kemerdekaan sampai sekarang bangunan bekas kantor berita Domei tersebut digunakan sebagai Perpustakaan Daerah Yogyakarta.



Cagar Budaya, Jogja Library Center
Salah satu sudut Kolff Bunning yang sekarang telah berubah menjadi Jogja Library Center. Nampak suasana dan atmosfer khas Bangunan Belanda .



Begitu masuk ke dalam serasa berada pada zaman Belanda dan Jepang, karena dari arsitektur bangunan terlihat kuno serta memang dibuat oleh Belanda sekaligus peninggalan Belanda dan di JLC terdapat Kyoto Book Corner yaitu buku-buku yang berasal dari Jepang, serta dengan langit-langit ruangan yang tinggi, dekorasi ruangan memiliki unsur yang terbuat dari kayu, hingga koleksi buku-buku tua dan berbagai macam koran mulai dari Kompas, Suara Karya, Yogya Post, Kedaulatan Rakyat, dan masih banyak lainnya. Tidak hanya itu di JLC juga mengoleksi yang dari edisi 1980an.

Di lantai 2, terdapat ruang baca dan ruang rapat jaman Belanda, dengan meja kotak yang berukuran besar dikelilingi kursi-kursi. Koleksi di lantai 2 rata-rata banyak yang membahas tentang Jogja. Namun, pengunjung tidak bisa meminjam koleksi pustaka dengan kata lain hanya dibaca ditempat tapi namun pengunjung di perbolehkan mengambil gambar atau fotokopi untuk jenis koleksi tertentu. 

   
Ruang diskusi/belajar di lantai 2 Jogja Library Center.


Jogja Library Center merupakan perpustakaan yang memiliki koleksi berupa terbitan berseri  atau berkala, yaitu :

Koleksi Surat Kabar : Bermacam – macam surat kabar terdapat di JLC. Arsip paling lengkap yaitu koran Kedaulatan Rakyat, yang tersedia mulai terbitan perdana pada tanggal 27 September 1945. Semua dirawat dengan cara penjilidan sesuai dengan nama surat kabar tersebut menurut kronologi terbitnya.

Koleksi Majalah : Majalah yang ada di JLC seperti Majalah Tempo, Gatra, sampai ke majalah Penyebar Semangat dan Djoko Lodang.

Koleksi Jogjasiana : Semua buku yang berhubungan dengan Yogyakarta.

       



Selain itu terdapat juga koleksi digital tentang segala aspek budaya Yogyakarta seperti kesenian, bahasa, sampai ke info makanan tradisional. Digitalisasi juga dilakukan pada surat kabar yang sudah rusak. Sistem layanan yang digunakan hanyalah  membaca ditempat. Sehingga pengunjung tidak boleh meminjam koleksi.

Adapun jenis layanan yang ada di JLC antara lain :

  • Layanan Majalah dan Surat Kabar
  • Layanan Kyoto Corner : Mulai bulan Oktober 2010, untuk memperingati 35 tahun persaudaraan DIY dengan Prefektur Kyoto, dibuka Kyoto Book Corner di Jogja Library Center.
  • Layanan Audio Visual


Keberadaan Jogja Library Center diharapkan mampu menjadi rumah informasi yang autentik, relevan, dan dapat dijadikan sebagai sarana belajar masyarakat untuk lebih mengenal Yogyakarta dan Indonesia.

Ayo tingkatkan budaya literasi dengan berkunjung di Jogja Library Center (JLC) dan rasakan sensasi kembali ke zaman kolonial saat membaca koleksi di JLC. Dapatkan penemuan paket lengkap keseruan belajar sejarah hingga menjelajahi salah satu cagar budaya. Yuk kunjungi dan lestarikan!

Salam Literasi, Salam Budaya!



 (Chicilia Rosa Linda Keban)











SImak Juga:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar