follow us

Bagaimana Proses TPA (Tes Potensi Akademik) Bappenas?TERBARU

Pilihan Pembaca

Bagaimana  Proses TPA (Tes Potensi Akademik) Bappenas?TERBARU


Bagaimana  Proses TPA (Tes Potensi Akademik) Bappenas?TERBARU - Salam sobatt Shalaazz.Saya ingin membahas TPA (Tes Potensi Akademik). Saya baru saja pada 22 Juni 2019 mengikuti TPA untuk persyaratan melanjutkan studi. TPA itu banyak lembaga penyelenggaranya, termasuk universitas yang diberikan kepercayaan dan mendapatkan izin sebagai penyelenggara.

Namun, yang akan dibahas di artikel ini adalah TPA Bappenas yang diadakan oleh Koperasi Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) di bawah lembaga pemerintah. Sahabat shalaazz juga perlu tau asal usul dilaksanakan TPA, sebenarnya test ini mengadopsi dari Amerika karena banyak mahasiswa yang dikirim kesana untuk belajar. Berdasarkan hasil TPA ternyata kemampuan dasar akademik seseorang dapat diketahui dan lebih dijadikan patokan daripada dilihat dari IPK (Indeks Prestasi Akumulatif).  

Fungsi TPA (Tes Potensi Akademik) Bappenas

1. Persyaratan masuk S2/S3.
2. Persyaratan mengikuti beasiswa.
3. Persyaratan mendaftar sebagai pegawai BUMN/Swasta.
4. Persyaratan untuk promosi naik jabatan.

Bedanya TPA Bappenas dengan yang lain adalah selain penyelenggaranya yaitu tingkat kesulitan soal dan biayanya. Berdasarkan survey soal yang dikeluarkan oleh OTO Bappenas lebih sulit daripada lembaga lainnya. Begitu juga biaya pendaftarannya lebih mahal. 

Sahabat Shalaazz tidak perlu khawatir akan kesulitan soalnya atau biaya yang mahal. Peserta TPA Bappenas akan mendapatkan beberapa hak yang tidak diperoleh mengikuti tes TPA di lembaga lainnya sebagai berikut:

Keunggulan TPA Bappenas 

1. Cara mendaftar mudah melalui online.
2. Nilai lebih cepat keluar, biasanya 3-4 hari kerja.
3. Sertifikat bisa diambil langsung di kantor atau diantarkan sesuai permintaan peserta setelah nilai keluar.
4. Sertifikat TPA Bappenas diakui secara nasional. Banyak yang mensyaratkan TPA Bappenas daripada yang lainnya.

Cara Mendaftar TPA Bappenas

1. Buka webnya ( koperasi.bappenas.go.id ), lalu cek jadwal yang tersedia tiap bulannya.
2. Segera melakukan pembayaran melalui ATM BNI ditransfer pada no rekening tujuan. Jangan transfer mendekati batas akhir pendaftaran karena mempengaruhi kuota yang hanya terbatas. Kalau biaya yang saya ikuti TPA Bappenas di Jakarta adalah Rp. 380.000,00. Biayanya bisa berbeda sesuai penyelenggaranya.
3. Siapkan scan dalam bentuk jpg atau foto KTP, Ijazah terakhir dan bukti transfer. Ada persyaratan minimal pendidikan D3 yang boleh mengikuti TPA Bappenas.
4. Mengisi biodata diri di web dan melengkapi semua berkas yang dibutuhkan harus diupload.
5. Menunggu balasan konfirmasi email.
6. H-2 diberitahukan jadwal waktu dan tempatnya melalui email. Jika berhalangan di hari H, minimal H-2 harus mengkonfirmasi melalui surat tertulis untuk menunda jadwal test ke hari lain. Jadwal hanya bisa ditunda satu kali, jika mengkonfirmasi lebih dari H-2 dan berhalangan hadir maka biaya dianggap hangus dan tidak bisa dikembalikan.

Soal-Soal TPA Bappenas

Peserta harus tiba di lokasi 30 menit sebelum tes dimulai. Lalu, mencari ruangan yang ditempel oleh petugas dilanjut registrasi ulang. Membawa KTP asli, bukti transfer asli dan foto berwarna 3x4 sebanyak 2 buah. Jika sudah tiba waktunya, akan dipersilahkan masuk oleh pengawas. Dalam satu ruangan terdapat 4-5 pengawas yang terdiri pengawas utama dan pendamping. Peserta diberikan kesempatan untuk ke kamar mandi terlebih dahulu sebelum tes. Setelah pengawas utama membaca peraturan, salah satu perwakilan peserta membuka soal yang masih disegel diletakkan dalam koper. Lalu dibagikan lembar jawaban, buku soal dan lembar kuisioner oleh pengawas pada masing-masing peserta. Peraturannya adalah di atas meja hanya ada pensil 2B, penghapus, rautan, KTP dan kartu pengenal peserta yang diperoleh waktu registrasi ulang.

Soal-soalnya terdiri dari 3 bagian yaitu:

a. Verbal (90 soal), waktu 60 menit. Ciri-ciri soalnya adalah sinonim, antonim atau padanan kata.
b. Kuantitatif (90 soal), waktu 60 menit. Ciri-ciri soalnya berupa perhitungan matematika mulai dari yang sederhana sampai soal cerita.
c. Logika (70 soal), waktu 60 menit. Ciri-ciri terdapat soal cerita dan pola gambar yang harus berfikir secara logika.
Jadi, total soal adalah 250 dikerjakan dalam waktu 180 menit atau 3 jam. Artinya tiap 1 soal hanya diberikan waktu 30 detik. Jadi kita harus fokus mengerjakannya. Peserta dilarang mengisi bagian yg belum disuruh oleh pengawas, bagian yang dikerjakan harus berurutan mulai verbal, lalu kuantitatif dan terakhir soal logika. Dalam mengerjakan bagian nomer boleh diacak, dan tidak ada pengurangan nilai untuk jawaban yang salah. Pengawas akan membetahukan batas waktu mengerjakan tiap 10 menit terakhir. Peserta harus sering latihan untuk bisa mengerjakan soal dan bisa mengatur waktu sebaik mungkin. Nilai terendah adalah 200 dan tertinggi 800. Biasanya syarat untuk S2/S3 adalah 450 atau 500 ke atas.

Selamat mencoba dan semoga sukses.

SImak Juga:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar