follow us

Intip Kesuksesan Sistem Pendidikan Di Finlandia, Yuk!

Pilihan Pembaca


Intip Kesuksesan Sistem Pendidikan Di Finlandia, Yuk!


Intip Kesuksesan Sistem Pendidikan Di Finlandia, Yuk! - Berbicara pendidikan sama halnya bicara tentang masa depan. dari 7 kata tersbut bisa kita buat penjelasan dalam konteks kebangsaan, bahwa majunya suatu bangsa tentu didasarkan dengan suatu kualitas pendidikan yang maju. Tentu dari sini kita bisa menilai sendiri bagaimana kualitas pendidikan di Negara kita.

Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki tingkat pendidikan yang bisa dikatakan sedikit terlambat. Berdasarkan laporan PISA pada tahun 2013, setelah  mengevaluasi sistem pendidikan di 72 Negara, ternyata Indonesia menempati peringkat kedua dari bawah atau peringkat ke-71 dari 72 negara didunia yang ikut. 

Setelah pengujian selama 2 tahun, indonesia berhasil menempati peringkat ke-62 pada tahun 2015. Hal ini merupakan pencapaian yang signifikan. Mungkin kita mengatakan hal ini sebagai suatu pencapaian yang luar biasa, tapi sebagai bangsa yang ingin terus maju tentu hal ini belum bisa menjadi pemuas.

Kita perlu belajar dari beberapa negara dengan sistem pendidikan yang sudah mumpuni menghasilkan generasi cemerlang. Salah satunya Negara nordik, Finlandia. Negara ini telah mendapat sematan sebagai pendidikan terbaik didunia berdasarkan versi WEF. Perlu kita tau bahwa sistem negara ini lebih mengutamakan hal pendidikan dalam bidanng bakat dan minat anak. Sebagaimana Profesor Finlandia pernah mengungkapkan bahwa kualitas pendidikan adalah hal utama dibanding lamanya pembelajaran. 

Mungkin kalau kita teropong dari sudut pandang indonesia tentu hal ini berbanding terbalik. indonesia cenderung berekspektasi jika pendidikan tinggi pasti akan menempatkan posisi pekerjaan yang baik. Sehingga dengan adanya pemahaman semcam itulah yang membuat pelajar indonesia cenderung berlomba-lomba untuk mengejar pendidikan setinggi-tingginya. Dan hal tersebut bisa menjadi optimisasi pelajar indonesia itu sendiri.

Untuk di Finlandia sendiri, kebijakan pendidikan justru diatur sedemikian rupa dan disesuaikan dengan kemampuan otak anak dalam berpikir. Sehingga tidak heran jika anak yang usianya sudah menginjak 7 tahun baru bisa mengenyam pendidikan Sekolah Dasar. Walaupun indonesia sempat menerapkan semacam ini, tapi masih saja ada beberapa lembaga sekolah yang justru menuruti kemauan orang tua yang ingin segera mengenyamkan anaknya dibangku sekolah, terlebih lagi anak dipaksa untuk tau membaca dan berhitung. 

Padahal kemampuan anak usia dibawah 7 tahun belum bisa untuk diberikan beban semacam itu, sebab dunianya hanya berpikir tentang wahana bermain dan imajinasi. Di finlandia sendiri pun mempercayakan akan hal itu sebagai suatu pengembangan diri anak.

Selain itu Negara Finlandia tidak mengenal yang namanya Ujian Nasional dan Ujian standar mereka hanya melakukan ujian sekali selama melakukan pembelajaran selama 9 tahun. setelah itu lebih dilatih dalam pengembangan penelitian untuk melakukan suatu penemuan. Pembelajaran yang dilakukan dengan 3 kompetensi yang berupa saintifik, literasi dan berhitung menjadi salah satu rahasia dalam  cemerlangnya generasi bangsa dari negara Finlandia itu sendiri. 

Selain itu dalam proses pembelajarannya Finlandia menetapkan jadwal belajar yang hanya berlangsung selam 5 jam dalam sehari dengan waktu istirahat 75 menit, dan kerap kurang diberi tugas tambahan (PR). Mungkin kerap kali kita berpikir kenapa hanya dengan waktu singkat seperti itu mereka bisa menghasilkan generasi masa depan yang luar biasa sedangkan indonesia menerapkan sekolah bahkan dengan kebijakan baru Full day school justru memiliki tingkat perbandingan pendidikan yang jauh kebawah.

Dari sini bisa kita lihat bahwa Finlandia lebih mengutamakan konsep pengembangan diri yang tidak melulu dengan pembelajaran dalam hal teori ilmu pengetahuan. Sebenarnya gagasan sistem pendidikan ini sudah jauh dikemukakan oleh bapak pendidikan, Ki Hajar Dewantara hanya saja indonesia memunggungi akan hal itu dan lebih menerapkan sistem pendidikan yang berorientasi pasar.

SImak Juga:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar