follow us

Pendidikan Karakter (Pembentukan Karakter Pada Anak Melalui Pendidikan Agama Islam)

Pilihan Pembaca

Pendidikan Karakter (Pembentukan Karakter Pada Anak Melalui Pendidikan Agama Islam)


Pendidikan Karakter (Pembentukan Karakter Pada Anak Melalui Pendidikan Agama Islam) - Dewasa ini, pendidikan karakter pada anak menjadi hal yang sangat penting melihat banyaknya terjadi amoral baik dalam lingkungan masyarakat maupun pemerintah.

Amoral adalah suatu kondisi di mana seseorang memiliki moral yang buruk atau tidak memiliki moral yang baik. Banyaknya kasus kriminalitas seperti pencopetan, pembegalan, pembunuhan, kasus-kasus korupsi, pelanggaran HAM, dan lain-lain. Hal ini mencerminkan semakin rusaknya karakter pada diri seseorang.

Jika dibiarkan terus menerus maka kerusakan karakter bisa jadi mengakar dan diwariskan dari generasi ke generasi. Maka dari itu, untuk mencegah hal tersebut terjadi perlu dilakukan pencegahan sejak dini pada anak melalui pendidikan agama islam.

Mengajarkan pendidikan agama islam pada anak bisa dilakukan melalui pendidikan formal (lingkungan pendidikan/sekolah) dan informal (di lingkungan keluarga dan sekitarnya). Keduanya menjadi cara yang sangat efektif untuk menanamkan karakter yang baik pada anak apabila dioptimalkan dengan baik.

Ada 3 aspek yang menjadi tujuan pendidikan agama islam :

1. Aspek Kognitif

Yaitu pendidikan agama islam sebagai sarana mentransformasi ilmu pengetahuan dalam aspek keagamaan.

2. Aspek Afektif

Yaitu pendidikan agama islam sebagai sarana mentransformasikan nilai-nilai moral dan norma guna pembentukan sikap.

3. Aspek Psikomotorik

Yaitu pendidikan agama islam sebagai sarana pengendalian perilaku.

Mirisnya, pendidikan agama islam di lembaga formal hanya disampaikan sebagai sebuah ilmu pengetahuan tanpa pengaplikasian secara optimal. Di mana capaiannya hanya terfokus pada aspek kognitif yang mengutamakan nilai. Padahal 3 aspek di atas (Kognitif, Afektif, dan Psikomotorik) seharusnya menjadi target yang dituju dan seimbang, agar tercipta karakter/kepribadian yang seutuhnya.

(Sumber : Jurnal Al-ulum)

SImak Juga:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar