follow us

Opini: Membangkitkan Generasi 'Akal Sehat' Milenial

Pilihan Pembaca

Opini: Membangkitkan Generasi 'Akal Sehat' Milenial

Opini: Membangkitkan Generasi 'Akal Sehat' Milenial - Maraknya informasi ke segala generasi membuat akal sehat dibenturkan dengan kepalsuan berita. Inilah saatnya untuk membangkitkan kembali pola pikir generasi muda yang dipayungi dengan kebenaran beritanya. Inilah saatnya pendidikan dapat membentengi berita-berita palsu yang menggelegar di bangsa sekarang. Bukan sekedar bacaan maupun perlombaan lagi melainkan pencegahan berita agar tak sampai kepada orang-orang yang awam.

Hal-hal yang harus kita lakukan demi mencegahnya kepalsuan ialah:

Pertama, membina orang-orang yang awam agar tidak terkecoh. Yakni, dengan memberikan penjelasan mengenai situasi negeri ini. Mengajarkan kepada mereka untuk terus menuntut ilmu dan teliti sebelum disebarkan.

Kedua, seringlah membaca Al-Qur’an sebagai benteng agar memisahkan yang hak dan yang batil. Orang yang sering membaca Al-Qur’an akan dijernihkan fikirannya dan pembicarannya akan terjaga dari hal-hal yang tak bermanfaat. Berkata Al-Imam Qurtubi:”Barang siapa yang membaca Al-Qur’an, maka Allah akan menjadikan ingatannya segar meskipun umurnya telah mencapai 100 tahun,”

Ketiga, ketika mendapatkan informasi lihat dari media apa yang disebarluaskan? orang yang menyebarkannya terpercaya ataukah bukan? Adakah berita yang ditutupi ketika berita banyak berdemonstrasi menuntut kepada pemerintahan? Biasanya kalangan pendidikan akan lebih mengetahui ada berita yang disembunyikan sehingga memalingkannya dengan berita lain. Agar protes warga tidak semakin meninggi. 

Hal yang terpenting media itu berpihak kemanakah? Karena media yang sudah berpihak ke salah satu akan mengagungkan satu pihak tersebut. Sehingga menjelekkan pihak yang lain.

Beberapa hal inilah yang harus disikapi dan diamalkan dengan sebaik-baiknya. Disinilah kalau diambil kesimpulan untuk terus membaca hingga akhir dan menganalisis permasalahan tersebut benar ataukah tidaknya suatu berita yang diinformasikan. Tetaplah hati-hati dan terus aktifkan gernerasi pencinta ilmu yang hakiki.

SImak Juga:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar