follow us

Softskill dan Hardskill, Lebih Penting Mana?

Pilihan Pembaca

Softskill dan Hardskill, Lebih Penting Mana?
Secara bahasa, softskill diartikan sebagai keterampilan non teknis (tak berwujud atau tak dapat dilihat secara langsung). Softskill merupakan pengembangan dari kecerdasan EQ yang ada pada diri tiap manusia. Softskill dapat muncul dengan sendirinya apabila seseorang memiliki motivasi yang besar untuk mengubah dirinya. Namun, akan terjadi sebaliknya jika dalam diri seseorang tidak memiliki motivasi ataupun dorongan untuk mengubah dirinya ke arah yang lebih baik.

Pada dasarnya, softskill terbagi menjadi 2 jenis yaitu Intrapersonal Skill dan Interpersonal Skill. Intrapersonal Skill adalah keterampilan dalam mengatur dan mengelola diri sendiri seperti bertanggung jawab, percaya diri, dan kejujuran. Sedangkan Interpersonal Skill adalah keterampilan dalam berhubungan dengan orang lain seperti berkomunikasi, mampu bekerja sama dengan tim, mampu bernegosiasi, dan lain sebagainya.

Meskipun tidak terlihat secara langsung, bukan berarti softskill tidak penting dan tidak perlu dikembangkan. Dalam dunia kerja, beberapa pelaku industri lebih banyak merekrut orang dengan softskill yang lebih baik dibanding hardskill yang mumpuni. Alasannya, karena memberikan pelatihan suatu keterampilan jauh lebih mudah dibanding membentuk karakter. Berlatih suatu keterampilan bisa dilakukan dalam kurun waktu hitungan tahun atau bahkan hitungan bulan. Sedangkan untuk membentuk karakter tidak bisa dipastikan berapa banyak waktu yang nantinya akan diperlukan.

Untuk mengembangkan softskill bisa dilakukan dengan cara mengasah hubungan interaksi kita dengan orang lain, baik itu keluarga, sahabat, maupun dengan teman di lingkungan kerja. Dengan mengasah hubungan interaksi kita dengan orang lain, sama saja dengan kita melatih kemampuan komunikasi dan pikiran kita dengan orang lain.

Selain softskill ada juga istilah hardskill. Hardskill ialah keterampilan yang dapat dilihat secara langsung. Hardskill lebih berorientasi untuk mengembangkan Intelligence Quotient (IQ). Keterampilan yang termasuk pada hardskill bisa berupa keahlian seperti membuat suatu program aplikasi, membuat animasi digital, membuat aneka kue, dan lain sebagainya. Hardskill bisa didapat dengan belajar di sekolah maupun otodidak (buku atau internet).

Di luar sana ada beberapa orang yang tidak meraih nilai yang tinggi dalam kemampuan hardskill-nya, tetapi dapat meraih sukses karena mengandalkan kemampuan softskill-nya. Setiap pekerjaan atau profesi memang membutuhkan hardskill yang cukup. Namun meskipun begitu alangkah lebih baiknya jika dilengkapi juga dengan softskill yang baik supaya pekerjaan yang dikerjakan dapat terselesaikan dengan baik.

SImak Juga:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar