follow us

Mencermati sistem Tutorial online Universitas terbuka

Pilihan Pembaca



Sistem belajar jarak jauh secara online seperti yang dikelola oleh Universitas Terbuka (UT), menjadi cara paling ampuh dan berkesan dalam menyampaikan materi belajar kepada puluhan ribu mahasiswanya yang tersebar di seluruh dunia.

Untuk itu, mumpung Ramadan, mahasiswa bisa memanfaatkan waktu sebelum dan setelah Sahur untuk berdiskusi dan mengerjakan tugas tutorial online (Tuton).
Menariknya, mahasiswa dibagi  50 orang tiap kelas tutorial. Mereka dicampur, terdiri dari mahasiswa dari berbagai kelompok belajar (Pokjar) di tanah air dan luar negeri. Arti
nya bisa saja mereka tidak saling kenal antara satu sama lain. Demikian juga dengan Tutor pendamping yang tersebar di dalam negeri dan juga luar negeri.
Mekanismenya, Tuton akan berlangsung selama delapan minggu. Setiap minggu, materi diskusi diberikan dalam konteks inisiasi. Setiap minggu ketiga, akan ada tugas khusus untuk dikerjakan dan dikumpulkan mahasiswa kepada Tutor masing-masing kelas.
Di sini, mahasiswa dituntut untuk berkomitmen mengikuti tutorial dalam setiap minggu karena mereka bisa mendapatkan materi dan berdiskusi baik dengan Tutor maupun antar sesama peserta.
Adapun peserta yang aktif dan dengan teratur menjawab tugas tutorial akan diberikan nilai menurut bobot jawaban yang diberikan.
Seiring berjalannya waktu dan banyaknya jumlah mahasiswa yang mengakses website tutorial online, servernya sering bermasalah, sehingga suasana diskusi online menjadi tidak menentu. Siswa kebingungan dan resah karena tuton mempunyai batas waktu yang harus dipatuhi.
Sebagai Tutor juga mengalami hal yang sama, merasa risau dengan kondisi seperti ini. Ada kekhawatiran tidak sempat merespon diskusi mahasiswa dan tidak bisa memberi nilai tugas yang dikerjakan mahasiswa.
Pengalaman mengendalikan kelas tutorial online, memang perlu konsisten dan komitmen tinggi. Bayangkan saja, semester ini saya dipercaya mengelola empat kelas. Bila satu kelas ada 50 orang, berarti ada 200 mahasiswa yamg harus saya kontrol, mulai merespon jawaban, memberi nilai diskusi, dan membaca serta menilai tugas.
Sebenarnya, tuton bukanlah satu-satunya penentu dan cara mendapatkan nilai bagus di UT. Mahasiswa harus mampu menggunakan skala prioritas dalam belajar. Secara prinsip, terdapat berbagai cara untuk sukses mendapat nilai yang memuaskan, seperti menguasai modul, mengerjakan latihan soal, mengerjakan test formatif, dan juga mengikuti berbagai cara belajar mandiri lainnya. Intinya, seribu cara untuk sukses dalam hidup karena dimana ada kemauan maka di situ pasti ada jalan.
Masalahnya sejauh mana kita mampu konsisten dan komitmen terhadap cara mengejar kesuksesan yang kita cita-citakan? Hanya kita sendiri yang bisa menjawabnya.





SImak Juga:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar