follow us

Membangun Krisis Karakter di Lingkungan Pendidikan

Pilihan Pembaca


Membangun Krisis Karakter di Lingkungan Pendidikan

Membangun Krisis Karakter di Lingkungan Pendidikan - Masalah itu seolah tak pernah selesai, setiap waktu ada saja yang diperkarakan karena masalah tersebut, pelakunya pun tak tanggung-tanggung, mereka kebanyakan merupakan pejabat tinggi, bahkan orang nomor satu atau pemimpin di kelompoknya, ya masalah itu adalah korupsi.

Korupsi atau rasuah  merupakan tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tdak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk memperoleh keuntungan sepihak. 

Masalah korupsi bukanlah masalah baru di Indonesia, sejak orde lama korupsi sudah banyak ditemukan, bahkan terus berkembang, hingga puncaknya pada masa Orde Baru, dimana pada masa tersebut kasus korupsi seolah tak terbendung.

Hal ini disebabkan karena adanya perubahan gaya hidup akibat sentralistik yang berlebihan, yang menyebabkan terjadinya kongkalikong antara pengusaha dan birokrat agar cepat merealisasikan permintaan mereka. Sehingga banyak para pejabat publik yang ditangkap karena kasus korupsi.

Pada masa ini, budaya korupsi seolah merupakan suatu hal yang dianggap biasa. Itulah mengapa korupsi menjadi masalah yang paling berat untuk diselesaikan di Indonesia.

Berdasarkan data dari Komisi Pemberentasan Korupsi (KPK), jumlah penanganan tindak pidana korupsi dari tahun 2014 sampai tahun 2018 terus mengalami peningkatan, hal ini menunjukkan bahwa tingkat korupsi di Indonesia masih tinggi.

Meskipun di satu sisi indeks persepsi korupsi Indonesia dikabarkan semakin tinggi, yaitu pada tahun 2018 naik menjadi 38. 

Terdapat ketimpangan antara jumlah penanganan tindak pidana korupsi dan indeks persepsi korupsi di Indonesia. oleh karenanya kita tidak boleh berpuas diri, selama peluang untuk melakukan korupsi masih terbuka lebar, kasus korupsi di Indonesia bisajadi akan terus bertambah.

KPK sebagai lembaga pemberantasan korupsi harus berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah, dan mengatasi tindakan korupsi di Indonesia. tidak hanya KPK, pendidikan juga harus ikut serta dalam menyelesaikan korupsi di Indonesia.

Penanaman nilai atau karakter di sekolah sejak usia dini bisa menjadi salah satu solusi dalam mengatasi tindakan korupsi di Indonesia. Seluruh siswa harus diajarkan tentang kejujuran, jujur dalam berbicara, dan jujur dalam bertindak.

Kejujuran menjadi karakter utama yang mesti diajarkan kepada siswa, sebab kejujuran merupakan pencegah timbulnya benih perilaku korupsi. 

Pembiasaan karakter jujur biasanya dapat diterapkan pada saat siswa mengikuti ujian, sekolah harus membuat sistem yang meminimalisir siswa untuk berlaku curang ketika ujian.

Tidak hanya saat ujian, dimanapun dan dalam kondisi apapun, siswa hendaknya diajarkan untuk selalu berlaku jujur, sehingga jujur akan menjadi karakter yang mengakar dalam diri siswa.

Pembuat kebijakan sekolah hendaknya membuat sebuah sistem, dimana siswa merasa malu dan merasa bersalah ketika ia berbuat curang.

Siswa tidak boleh dibiarkan bebas dengan perilaku ketidakjujurannya, apalagi sampai ia merasa bangga akan sikapnya tersebut, sebab inilah yang menjadi awal timbulnya tindakan korupsi.

Lingkungan sekolah sangat berperan penting dalam hal ini, lingkungan harus dibuat sedemikian rupa, seperti dengan menempel kalimat-kalimat motivasi untuk berbuat jujur di berbagai tempat strategis sekolah, setiap warga sekolah juga harus menunjukkan perilaku jujur, sehingga peluang siswa untuk berbohong semakin kecil.     



Bukanlah mudah menanamkan karakter jujur pada siswa, dalam hal ini seluruh tenaga kependidikan yang ada di sekolah, seperti kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan perangkat lainnya hendaknya dapat memberikan keteladanan akan kejujuran, sebab satu keteladanan akan lebih efektif daripada seribu nasihat. 

Meskipun sebenarnya penanaman karakter jujur pada siswa bukan hanya tugas sekolah saja, Keluarga dan Masyarakat juga harus turut andil, sehingga akan tercipta masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kejujuran. Jika masyarakat sudah jujur, korupsi bukanlah hal yang sulit untuk ditaklukkan.

SImak Juga:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar