follow us

Penjelasan Jenis, Materi, dan Prospek Kerja Jurusan Pertanian

Pilihan Pembaca

Penjelasan Jenis, Materi, dan Prospek Kerja Jurusan Pertanian


Penjelasan Jenis, Materi, dan Prospek Kerja Jurusan Pertanian - Hai sahabat shalaazz, berjumpa lagi dengan Pipit. Pada artikel ini saya akan membahas tentang jurusan pertanian. Mungkin teman-teman calon mahasiswa ada  yang berminat masuk fakultas pertanian di berbagai pilihan universitas, institut, politeknik, ataupun sekolah tinggi di Indonesia. Jangan ragukan minat kalian untuk menjadi pahlawan pangan negeri. 

Terdapat program Sarjana maupun Diploma. Biasanya kalau di Universitas ataupun Institut terdapat banyak pilihan jurusan yang mendapat gelar sarjana, namun di Politeknik lebih banyak terdapat program diploma. Berikut penjelasannya:

  • Diploma 

Program diploma ada yang menyediakan mulai D1-D4. Biasanya gelar dari program Diploma dimulai dari ahli muda, ahli madya sampai Sarjana Sains Terapan. Berikut beberapa jurusan yang masuk program Diploma.
  1. Agrobisnis: Beberapa Universitas ada yang menjadikan jurusan ini masuk ke program Diploma yaitu D3. Materi yang dipelajari antara lain tentang bisnis pertanian dalam skala kecil, menengah, sampai besar. Bahkan diajarkan tentang pelaku usaha ekonomi dalam pertanian. Prospek kerjanya bisa menjadi pendiri UMKM Pertanian atau bekerja sebagai konsultan di salah satu perusahaan pertanian.
  2. PSL (Perencanaan Sumber Daya Lahan): Salah satu jurusan di fakultas saya dulu ada pilihan PSL untuk program Diploma. Mateti kuliahnya tidak jauh tentang pemanfaatan lahan sampai pemetaan lahan untuk kepentingan pertanian. Prospek kerjanya antara lain di Balai Tanah sebagai pemeta lahan.
  3. Teknologi Benih: Materi yang dipelajari dimulai dari persiapan benih hingga teknologi menghasilkan atau memperbanyak benih. Prospek kerjanya adalah bekerja di perusahaan benih atau menjadi wirausaha penyedia benih secara mandiri.

  • Sarjana

Program Sarjana biasanya ditempuh dalam waktu kurang lebih 4 tahun. Gelar yang didapat bermacam-macam tergantung jurusannya. Berikut penjelasannya:
  1. Agroteknologi: Jurusan ini mempelajari ilmu budidaya tanaman secara kompleks mulai dari persiapan hingga pasca panen. Terdapat beberapa peminatan dalam jurusan ini antara lain: Agronomi (mempelajari cara menghasilkan input pertanian secara ekonomis). Biasanya fokus pada budidaya tanaman pangan dan perkebunan. Hortikultura (mempelajari budidaya tanaman buah-buahan, sayuran, tanaman obat, dan tanaman hias). Ilmu Tanah (mempelajari tentang kesuburan tanah maupu  konservasi dan reklamasi lahan). Agroekologi (mempelajari faktor lingkungan pertanian). Ilmu Hama dan Penyakit (mempelajari cara penanganan pada tanaman yang terserang patogen atau hama). Pemuliaan tanaman (mempelajari bioteknologi tanaman sehingga menghasilkan varietas unggul). Gelarnya adalah S.P. (Sarjana Pertanian). Prospek kerjanya antara lain  bekerja di perusahaan pertanian, dinas pertanian, lembaga pendidikan, lembaga riset pertanian, atau wirausaha pertanian.
  2. Agribisnis: Materi yang dipelajari di jurusan ini tidak jauh beda dengan agrobisnis. Hanya saja, agribisnis terdapat program Sarjana. Terdapat peminatan agribisnis pembangunan daerah, atau koperasi. Gelar sarjananya adalah S.P. (Sarjana Pertanian). Prospek kerjanya sebagai konsultan, pelaku usaha ekonomi pertanian, atau penyuluh pertanian.
  3. Ilmu Teknologi Pangan: Materi yang dipelajari berkaitan dengan pasca panen hingga menjadi produk. Mulai dari pengemasan, pewarna, perasa, hingga pengawetan makanan. Jurusan ini biasanya sering memasak produk-produk dari pertanian, seperti keju, yoghurt, kue, dan lainnya. Gelar sarjananya adalah S.TP. (Sarjana Teknologi Pangan). Prospek kerjanya bisa di pabrik makanan, atau lembaga riset makanan seperti lembaga BPOM atau Sertifikasi dari MUI.
  4. Teknik Pertanian: Materi yang dipelajari adalah mekanisasi pertanian seperti alsintan (alat mesin pertanian) dan lainnya. Gelarnya adalah S.T. (Sarjana Teknik). Prospek kerjanya bisa di perusahaan alsintan atau usaha mandiri merakit sendiri alsintan yang bermanfaat untuk pertanian masa depan.
Demikian penjelasan singkat yang dapat saya berikan. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi buat yang membutuhkan. Jadi mulai sekarang tidak bingung lagi memilih jurusan di fakultas pertanian. Semoga berhasil 



SImak Juga:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar