follow us

Motivasi Bagi Pemuda Indonesia untuk 100 Tahun Kedepan

Pilihan Pembaca


Motivasi Bagi Pemuda Indonesia untuk 100 Tahun Kedepan


Motivasi Bagi Pemuda Indonesia untuk 100 Tahun Kedepan - Apakah Indonesia akan tetap berdiri dengan stabil 100 tahun kedepan? Siapa yang akan memberikan jaminan Indonesia masih tetap stabil dan berkembang untuk 100 tahun kedepan? Kunci utamanya terletak pada setiap penduduk Indonesia yang harus menumbuhkan perilaku bermoral dan cinta pada tanah air. Salah satu cara memprediksi tetap berdirinya suatu negara untuk 100 tahun kedepan yaitu dengan mengamati pemuda saat ini yang berumur kisaran 10-25 tahun, dimana pada saat itu sebagian besar kita sudah tidak bisa berkontribusi secara langsung terhadap negara pada masa itu.


Pemuda adalah salah satu tonggak berdirinya atau hancurnya suatu negera kedepannya, bukan kita lihat pada saat ini, yang mayoritas kita hidup dalam keadaan aman, nyaman, dipimpin oleh orang-orang hebat, meskipun belum sejahtera seutuhnya. Menurut pendapat saya kita sebagai penduduk yang cerdas harus menerima terlebih dahulu apa yang ada didepan kita. Lihatlah negara yang sedang berperang atau negara yang kekurangan bahan pangan. Hal tersebut menjadi perbandingan awal sebelum kita melihat negara-negara maju.

Pendidikan lingkungan akan mengukir suatu kertas putih polos yang nantinya akan menjadi karya hebat disuatu tempat. Para tokoh negara yang saat ini sedang memimpin kita adalah buah tangan dari nenek moyang 100 tahun lalu. Bagaimana mereka mendidik diri sendiri, keturunan dan lingkungan mereka sehingga, sekarang bisa menjadi generasi penerus yang baik seperti tokoh-tokoh, penguasa dan orang yang berpengaruh di dalam negara. Bukan hal mudah untuk membentuk karakter manusia hebat dan bermoral jika tidak dilatarbelakangi dengan pendidikan, tempaan, dan lingkungan yang mendukung. Nenek moyang kita sungguh sangat tangguh ketika kita lihat dari peninggalan sejarah mereka seperti masjid yang megah, candi, budaya,  dan bangunan megah lainnya. Kerja keras, kerja cerdas, optimis dan taat pada agamanya menjadi salah satu prinsip hidup yang sangat membanggakan dan harus dilestarikan.

Salah satu hasil penelitian sains menyatakan jika kebiasaan, gaya hidup dan pola makan akan membentuk karakteristik gen dalam tubuh kita. Kebiasaan itu pasti akan diturunkan pada keturunan kita sedikit atau banyak. Setelah gen itu tertanam pada suatu individu baru maka lingkunganlah yang akan mengisi masa depannya. Lingkungan yang baik akan membentuk individu yang baik. Sehingga keturunan kita kebawah akan menjadi baik.

Sadarlah untuk para wanita, jadilah orang yang baik karena mitokondria seorang manusia hanya diperoleh dari seorang ibu bukan dari seorang ayah. Kita tahu, fungsi utama mitokondria yaitu untuk membentuk energi didalam tubuh. Ketika catatan gen kita kurang baik kita harus terus berusaha memperbaiakinya untuk bisa mencapai masa depan yang jauh lebih baik dengan dorongan lingkungan yang baik.

Lingkungan rumah yang cenderung agamis akan membentuk karakter anak yang lebih bermoral namun dengan karakter masing-masing setiap orang tentunya, ada anak yang karakternya aktif cenderung nakal, ada pula anak yang pendiam cenderung menjerumuskan. Itulah karakter, itulah perbedaan diantara manusia yang harus kita terima dan disikapi secara cerdas. Masa kanak-kanak merupakan masa emas yang harus kita selamatkan dari berbagai macam kebiasaan buruk yang pada saat ini dan manjadi budaya baru kita. Misalnya seperti tontonan bermesraan orang berpacaran yang sudah menjadi hal biasa dalam kehidupan sehari-hari.

Masa-masa emas itu harus kita kokohkan dengan nilai-nilai dan ajaran agama yang kuat. Maka dimanapun dia berada di desa, kota, dalam negeri atau luar negeri dia akan tetap mampu menjunjung tinggi nilai nilai agama yang ada pada dalam dirinya. Pemuda itu akan tetap menjadi berlian meskipun dia harus berada di tempat yang kumuh sekalipun. Bahkan pemuda itu membuat lingkungan kumuh berubah sedikit demi sedikit menjadi istana berlian yang megah. Pemuda yang bermoral akan menguntungkan jika berada diposisi manpun ketika sedang dipimpin atau memimpin.



SImak Juga:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar