follow us

Hebatnya Sistem Pendidikan di Singapore

Pilihan Pembaca

Sistem Pendidikan di Singapore


Pendidikan adalah salah satu faktor penentu kemajuan suatu negara. Pendidikan yang baik akan menghasilkan bangsa yang baik pula. Singapura termasuk negara yang fokus pada sektor pendidikan untuk memajukan negaranya. Pendidikan di Singapura dimulai dari jenjang Kindergarten School sampai jenjang University. Sebagai negara terbaik di ASEAN dalam bidang pendidikan, banyak faktor penyebab kesuksesan sistem pendidikan Singapura. Faktor tersebut adalah fasilitas yang memadai, faktor biaya, dan faktor pendidik.

Baca juga : Sistem Pendidikan di Jerman

Pendidikan dapat dipandang sebagai proses membantu peserta didik untuk mencapai tingkat perkembangan yang optimal dalam seluruh aspek kepribadiannya sesuai dengan potensi yang dimiliki dan sistem nilai yang berlaku di lingkungan sosial-budaya dimana dia hidup. (http://www.gexcess.com).

https://www.moe.gov.sg

Singapura merupakan salah satu negara maju di ASEAN. Begitu pula dengan pendidikan yang diterapkan di Singapura juga memiliki sistem yang maju. Dibandingkan dengan Indonesia, yang tergolong negara berkembang, sistem pendidikan di Indonesia kurang maju. Sehingga, Indonesia sebaiknya mempelajari sistem pendidikan Singapura untuk diterapkan di Indonesia supaya sistem pendidikan Indonesia mengalami kemajuan.

Sistem pendidikan Singapura bertujuan untuk menyediakan pengetahuan dasar dan agama bagi murid – murid. Untuk menyatukan keberagaman karasteristik perbedaan ras dan budaya di Singapura, keberagaman bahasa, setiap siswa belajar Bahasa Inggris sebagai bahasa keseharian. Siswa juga belajar Bahasa Ibu mereka (China, Malaysia dan Tamil/ Thailand) untuk membantu mereka mempertahankan identitas, budaya, warisan, dan nilai-nilai bangsa.

Pendidikan formal di Singapura dimulai dari jenjang Kindergarten School atau setara dengan Taman Kanak-Kanak (TK) di Indonesia. Setelah lulus Kindergarten School, siswa melanjutkan ke jenjang Primary School atau setara dengan Sekolah Dasar (SD) di Indonesia selama enam tahun. 

Untuk menuju ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, siswa – siswa harus mengikuti Primary School Leaving Examination (PSLE). Kemudian pendidikan dilanjutkan ke jenjang Secondary School selama empat atau lima tahun. Secondary School dibagi menjadi empat jalur. Special/ Express Course, Normal (Academic) Course, Normal (Technical) Course, dan Integrated Programme (IP) Course. Special/ Express Course adalah empat tahun pendidikan yang diakhiri dengan Singapore Cambridge General Certificate of Education (GCE) ‘O’ Level Examination. Di jalur ini, siswa mempelajari Bahasa Inggris dan Bahasa Ibu, Matematika, Sains dan Budaya (Sosial). Sekolah diizinkan untuk menawarkan Applied Grade Subject (AGS) sebagai tambahan atau pengganti kurikulum untuk menawarkan berbagai pilihan kepada siswa. 

AGS secara umum mengajak murid untuk berlatih atau berorientasi pada pendidikan seperti politeknik. Normal (Academic) Course adalah empat tahun pendidikan untuk menuju GCE ‘N’ Level Examinations. Siswa terpilih boleh mengikuti dua pelajaran ‘O’ Levels atau mengikuti ‘N’ Levels di Secondary 4. Kemudian diadakan satu tahun tambahan untuk mempersiapkan ‘O’ Levels di Secondary 5. Siswa mempelajari hal yang sama dengan Special/ Express Course. Normal (Technical) Course adalah lima tahun pendidikan yang diakhiri dengan GCE ‘N’ Level Examination. Di jalur ini, para siswa belajar Bahasa Inggris, Bahasa Ibu, Matematika, dan mata pelajaran praktik maupun teknik. Sejak 2005, sekolah juga menawarkan modul pilihan diantaranya yaitu mata pelajaran Keperawatan, Rumah Sakit, Animasi Digital, dan Teknik Mesin untuk meningkatkan pemahaman berorientasi praktek dan pengalaman. 

Perubahan kurikulum normal (technical) course yang menitikberatkan pada pemahaman/pembelajaran uang berorientasi praktek telah diimplementasikan pada seluruh sekolah sejak 2007. Pengajaran juga terfokus pada kerja kelompok, presentasi, aktifitas menulis dan kreatifitas. Integrated Programme (IP) Course didesain untuk para siswa yang pasti akan menempuh tingkat universitas. 

IP merupakan gabungan dari Seconday School dan Junior College sekaligus tanpa ujian nasional di pertengahan IP (GCE ‘O’ Level). Menjelang GCE ‘O’ Level Examinations, waktu yang seharusnya digunakan untuk mempersiapkan siswa menuju GCE ‘O’ Level Examinations dialihkan untuk memperluas pengalaman mereka. Sekolah pilihan juga menawarkan kurikulum alternatif dan berkualitas seperti, international baccallaureate. Setelah melewati GCE ‘O’ Level, pendidikan dilanjutkan ke jenjang Junior Colleges, yaitu jenjang persiapan untuk menghadapi GCE ‘A’ Level untuk menuju University selama 2 tahun. Setelah melewati GCE ‘A’ Level, pendidikan dilanjutkan ke jenjang terakhir, yaitu jenjang University.


SImak Juga:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar